
FUSION memulai fase peningkatan kapasitas melalui lokakarya tatap muka selama dua hari di Bandung pada 15–16 April 2026. Kegiatan ini mempertemukan UMKM peserta untuk memperkuat fondasi usaha yang dibutuhkan agar dapat terlibat dalam pasar institusional dan B2B. Lokakarya tersebut menjadi tahap awal dari rangkaian pelatihan yang kemudian dilanjutkan melalui sesi teknis secara daring.
Hari pertama berfokus pada perubahan pola pikir bisnis dan kesiapan B2B. Peserta membahas perbedaan antara pasar institusional dan pasar ritel konvensional, serta diperkenalkan pada prinsip 3K, yaitu Kualitas, Kuantitas, dan Kontinuitas, sebagai salah satu tolok ukur utama bagi pemasok dalam ekosistem MBG. Diskusi menekankan pentingnya keandalan, profesionalisme, dan perencanaan usaha jangka panjang.
Hari kedua membahas lebih jauh mengenai operasional usaha, pengelolaan keuangan, negosiasi kontrak, dan digitalisasi bisnis. Peserta mempelajari struktur biaya, perhitungan HPP, strategi harga dan margin, pengelolaan arus kas, risiko dalam kontrak, serta positioning produk. Salah satu kegiatan praktis adalah penyusunan katalog produk digital yang memuat informasi seperti spesifikasi produk, harga, kapasitas produksi, sertifikasi, dan profil usaha.
Metode pembelajaran menggunakan presentasi, diskusi terfasilitasi, studi kasus, latihan praktis, simulasi bisnis, dan pembelajaran antarpeserta. Catatan kehadiran menunjukkan bahwa 22 dari 27 peserta terdaftar hadir pada hari pertama, sementara 16 dari 27 peserta hadir pada hari kedua.
Pada akhir lokakarya di Bandung, peserta mulai menghasilkan sejumlah keluaran praktis, termasuk refleksi kesiapan usaha, latihan perencanaan keuangan, perhitungan awal HPP, simulasi harga, dan rancangan katalog digital. Keluaran tersebut kemudian menjadi dasar bagi sesi pelatihan teknis dan mentoring individual untuk membantu setiap UMKM menerapkan pembelajaran ke dalam perbaikan operasional.
Pelajari Modul Lebih Lanjut:
